Peran Pendidikan dalam Kesetaraan Gender di Papua

Oleh : Vetaroy *

” Kita wajib  untuk mendukung wanita/perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki, tetapi kita juga harus membangun kesadaran bahwa wanita/perempuan wajib meningkatkan kualitasnya dalam pendidikan dan perencanaan karir.”

Gender adalah perbedaan jenis kelamin berdasarkan budaya, dimana laki-laki dan perempuan dibedakan sesuai dengan perannya masing-masing, yang di konstruksikan oleh kultur setempat, yang berkaitan dengan peran, sifat, kedudukan dan posisi dalam masyarakat tersebut. Dalam konsep gender, pembedaan antara laki-laki dengan perempuan berdasarkan konstruksi secara sosial maupun budaya. Sesungguhnya perbedaan gender tidak akan menjadi masalah selama tidak melahirkan ketidakadilan gender, namun yang menjadi persoalan ternyata perbedaan gender telah melahirkan berbagai ketidakadilan, baik bagi kaum laki-laki dan perempuan

Kesetaraan gender merupakan isu yang menarik dibahas akhir-akhir ini. Terlebih saat peringatan Hari Perempuan Internasional yang pada beberapa bulan yang lalu tepatnya tanggal 8 Maret, sebagian besar aktivitis perempuan kembali mengingatkan pentingnya mencapai kesetaraan gender dalam berbagai aspek termasuk dunia kerja. Saat ini, Hari Perempuan Internasional menjadi hari libur di 27 negara meskipun hanya sebagian yang benar-benar merayakan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan. Selama 100 tahun terakhir, perempuan di berbagai negara telah mencapai sejumlah kemajuan terutama hak-hak buruh dan perlindungan dari tindak kekerasan, pelecehan seksual, akses ke layanan kesehatan seksual dan reproduksi, dan hak untuk mencapai posisi kepemimpinan tertinggi.

Dan tidak lama lagi kita akan memperingati Hari Ibu, dimana Hari Ibu lahir dari pergerakan perempuan Indonesia diawali dengan Kongres Perempuan Pertama di Yogyakarta pada tanggal 22 Desember 1928 yang telah mengukuhkan semangat dan tekad bersama untuk mendorong kemerdekaan Indonesia. Hakekat Peringatan Hari Ibu setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerakan perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Sehingga perempuan Indonesia saat ini adalah perempuan yang harus sadar bahwa mereka mempunyai akses dan memiliki kesempatan yang sama  dengan laki laki  untuk ikut serta membangun dalam berbagi sektor pembangunan saat ini.

Isu kesetaraan gender merupakan salah satu isu utama dalam pembangunan, khususnya pembangunan sumber daya manusia. Sehingga dalam rangka mendorong, mengefektifkan serta mengoptimalkan upaya pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional secara terpadu dan terkoordinasi, Pemerintah Indonesia mengeluarkan Inpres No. 9 Tahun 2000 tentang pengarusutamaan gender dalam pembangunan nasional dan Permendagri No. 67 tahun 2011 tentang PUG di daerah. 

Walaupun sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan penguatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender, namun Data Profil Perempuan Indonesia 2019 menunjukan masih adanya kesenjangan antara perempuan dan laki-laki dalam hal akses, partisipasi, kontrol, manfaat pada bidang-bidang strategis yang ada. Hal ini terlihat dari angka tingkat partisipasi perempuan kerja masih jauh lebih rendah yaitu 51,88% dibandingkan angkatan kerja laki-laki sebesar 82,69%.

Penelitian tentang gender saat ini melihat bahwa ketimpangan gender terjadi akibat rendahnya kualitas dari sumber daya kaum perempuan itu sendiri, dan hal tersebut mengakibatkan ketidakmampuan mereka bersaing dengan kaum laki-laki. Oleh karena itu upaya-upaya yang dilakukan adalah mendidik kaum perempuan dan mengajak mereka berperan serta dalam pembangunan. Dalam realitas yang kita jumpai pada masyarakat tertentu terdapat adat kebiasaan yang tidak mendukung dan bahkan melarang keikutsertaan perempuan dalam pendidikan formal. Bahkan ada nilai yang mengemukakan bahwa “perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena akhirnya kedapur juga.” Ada pula anggapan seorang gadis harus cepat-cepat menikah agar tidak menjadi perawan tua. Atau di masa yang sudah modern seperti sekarang ini masih saja banyak orang beranggapan sesuai idiom jawa yang mengidentikkan wanita hanya berkutat pada ketiga tempat saja yaitu dapur, sumur dan kasurnya. paradigma seperti inilah yang menjadikan perempuan menjadi terpuruk dan dianggap rendah oleh kaum laki-laki.

Namun di Indonesia terdapat beberapa problematik mengenai peningkatan kualitas SDM bagi kaum perempuan dalam pendidikan formal guna bersaing dengan kaum laki-laki dan khususnya juga bagi Pemerintah Daerah Provinsi Papua dengan cakupan wilayah pemerintahan yang terdiri dari sebagian besar daerah remote area dengan akses transportasi dan informasi yang terbatas dikarenakan kondisi geografis yang ada di Papua. Misalnya, fasilitas pendidikan yang sulit dicapai. Banyak Sekolah Dasar (SD) ada di tiap-tiap kecamatan, namun untuk jenjang pendidikan selanjutnya seperti SMP dan SMA tidak banyak bahkan Perguruan Tinggi tidak semua ada di tiap-tiap Kabupaten. Sehingga banyak siswa harus menempuh perjalanan jauh untuk mencapainya atau meninggalkan daerahnya untuk dapat menempuh pendidikan Perguruan Tinggi. Pada lingkungan masyarakat yang masih tradisional, umumnya orangtua akan segan untuk mengirimkan anak perempuannya ke sekolah yang jauh karena mengkhawatirkan kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu banyak anak perempuan yang terpaksa tinggal di rumah. Belum lagi beban tugas rumah tangga yang banyak dibebankan pada anak perempuan. Akumulasi dari faktor-faktor ini mengakibatkan banyak anak perempuan meninggalkan bangku sekolah. 

Kemudian dari aspek partisipasi, jika kita melihat dari data BPS Provinsi Papua Tahun 2018 perihal Partisipasi Sekolah Penduduk Perempuan dibandingkan Penduduk Laki-laki Usia 7-24 tahun, berdasarkan data tersebut masih terdapat selisih angka yang cukup signifikan dibanding kaum laki-laki yaitu sebesar 14% pada kabupaten Paniai dan kabupaten Lanny Jaya, bahkan untuk kabupaten Intan Jaya dan kabupaten Yalimo selisihnya mencapai sebesar 23%. Sedangkan untuk beberapa kabupaten lainnya di Provinsi Papua selisih partisipasi penduduk perempuan bersekolah terhadap laki-laki tidaklah terlalu jauh dan hanya berkisaran di  angka 2% hingga 5 %. Namun fenomena yang menarik terjadi di kota Jayapura dan kabupaten Mimika jumlah partisipasi sekolah penduduk perempuan usia sekolah untuk angkanya melebihi penduduk laki laki usia sekolah, selisih lebihnya yaitu sebesar 13% dan 16%. Dan untuk data angka partisipasi sekolah berdasarkan jenjang pendidikan, hampir seluruh kabupaten mengalami penurunan yang cukup signifkan ketika memasuki bangku SMA, namun hanya kota Jayapura yang angka partisipasi sekolahnya hampir merata pada semua jenjang baik SD, SMP, dan SMA dan untuk angkanya berkisar diatas 90%.. Dari aspek partispasi yang lain dimana terdapat sejumlah nilai budaya tradisional yang meletakan tugas utama perempuan itu dirumah, seringkali anak perempuan agak terhambat untuk memperoleh kesempatan yang luas untuk menjalani pendidikan formal. Sudah sering dikeluhkan bahwa jika sumber-sumber pendanaan keluarga terbatas, maka yang harus didahulukan untuk sekolah adalah anak laki-laki. Hal ini umumnya dikaitkan dengan tugas pria kelak apabila sudah dewasa dan berumah tangga, yaitu bahwa ia harus menjadi kepala keluarga dan pencari nafkah.

Kesenjangan gender dalam dunia pendidikan pun harus dihapuskan dalam proses pembelajaran di sekolah. Misalnya, penataan tempat duduk murid, penataan barisan, pelaksanaan upacara, pemimpin organisasi siswa, ketua kelas, dll.  Hal ini untuk menghilangkan kesenjangan gender dalam proses pembelajaran di sekolah yang mana biasanya konstruksi gender tersebut didominasi oleh kaum laki-laki. 

Jadi sekolah bukan hanya sebagai pengawet atau penyangga nilai-nilai, tetapi penyeru pikiran yang produktif dengan berkolaborasi dengan kebutuhan jaman dan perkembangan industri saat ini, dan salah satu tugas sekolah yaitu dengan tidak membiarkan berlangsungnya ketidakadilan gender yang selama ini terbungkus rapi dalam kesadaran-kesadaran palsu yang berkembang dalam masyarakat. Selanjutnya ia harus bersikap kritis dan mengajak masyarakat sekolah dan masyarakat disekitarnya untuk mengubah atau membongkar kepalsuan-kepalsuan tersebut sekaligus mentransformasikannya menjadi praktik-praktik yang lebih berpihak kepada keadilan sesama, terutama keadilan bagi kaum perempuan. Guru atau pendidik sebagai pilar harus diupayakan mendapatkan akses terhadap dasar-dasar pengetahuan dan pendidikan gender terlebih dahulu, untuk membukakan pikiran dan nurani akan adanya persolan tersebut.

Termasuk Akademisi juga memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman mengenai kesetaraan gender. Akademisi mentransmisikan pengetahuan, nilai, norma dan ideologi serta pembentukan karakter bangsa, tidak terkecuali kesetaraan dan keadilan gender. Perguruan Tinggi sebagai peran dan tugasnya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, diharapkan dapat membantu  membangun dan meningkatkan pemahaman tentang kesetaraan gender yang lengkap, yang akan berdampak pada pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa sehingga akan dibawa dalam praktek kehidupan sehari-hari dan profesi yang akan dijalani mahasiswa tersebut setelah menyelesaikan pendidikannya.

Saya mengajak kita semua untuk mendukung setiap wanita/perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki. Tetapi kita juga harus membangun kesadaran bahwa wanita/perempuan wajib meningkatkan kualitasnya dalam bidang pendidikan dan perencanaan karir yang setara dengan laki-laki. Dan apabila kita kaitkan dengan statement Presiden Jokowi ataupun Billy Mambrasar bahwa pembangunan Indonesia dimulai dari Papua. Marilah dimulai dengan membangun SDM wanita Papua yang berkualitas sehingga mereka dapat turut berperan aktif dalam segala aspek pembangunan di Papua.

ASN pada Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Mahasiswa Magister Administrasi Publik, Universitas Gadjah Mada, Penerima Beasiswa Afirmasi Bappenas 2019

0Shares

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *