Sinergi BKD Provinsi Papua dan KPU: Penguatan Kompetensi CPNS Melalui Materi MTSL 2026


Foto : Pengelola Website BKD Provinsi Papua

Badan Kepegawaian Daerah | 2 Mar, 2026 | 205x Dilihat


JAYAPURA – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM/BPSDA) Provinsi Papua menjadi pusat pelaksanaan Pelatihan Dasar (Latsar) bagi CPNS Golongan II dan III di lingkungan Sekretariat KPU se-Tanah Papua Tahun 2026. Dalam agenda tersebut, empat pengajar dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua hadir secara khusus untuk membawakan materi Muatan Teknis Substansi Lembaga (MTSL).

Pelatihan ini diikuti oleh peserta yang berasal dari empat wilayah administrasi, yakni Sekretariat KPU Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Kehadiran pengajar dari BKD Provinsi Papua merupakan bentuk kolaborasi antarinstansi dalam mencetak aparatur yang kompeten di wilayah Daerah Otonom Baru (DOB).

Fokus Pembekalan Teknis dan Integritas

Materi MTSL yang disampaikan menjadi instrumen vital dalam membentuk pemahaman peserta mengenai struktur organisasi, tata kerja, dan regulasi spesifik di lingkungan KPU. Fokus utama dari materi ini meliputi:

  • Internalisasi Budaya Kerja: Penyelarasan etika birokrasi dengan nilai-nilai dasar ASN (BerAKHLAK) di lingkungan penyelenggara Pemilu.

  • Substansi Kelembagaan: Pendalaman tugas pokok Sekretariat KPU dalam mendukung kelancaran tahapan demokrasi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

  • Adaptasi Wilayah: Strategi teknis menghadapi tantangan geografis dan sosiopolitik yang unik di empat provinsi di Tanah Papua.

Standarisasi Aparatur di Empat Provinsi

Keterlibatan pengajar BKD Provinsi Papua dalam Latsar ini bertujuan untuk memastikan adanya standarisasi kualitas SDM, meskipun para peserta akan bertugas di provinsi yang berbeda-beda. Hal ini sangat krusial mengingat Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan tengah melakukan penguatan struktur birokrasi pasca-pemekaran.

Pelaksanaan Latsar di BPSDM Papua ini diharapkan mampu menghasilkan output berupa ASN yang tidak hanya mahir secara administratif, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan integritas tinggi sebagai garda terdepan sekretariat penyelenggara Pemilu.

Dengan berakhirnya sesi MTSL ini, para CPNS Golongan II dan III tersebut diharapkan siap mengimplementasikan ilmu teknis yang telah didapatkan guna mendukung stabilitas dan profesionalisme di sekretariat masing-masing.